NEW YORK — Pelaksana Tugas Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada Senin (28/9) bahwa gencatan senjata di Gaza masih sangat rapuh. Operasi militer Israel berlanjut di sebelah barat “garis kuning”, dan sedikitnya 1.386 warga Palestina tewas sejak gencatan berlaku pada Oktober 2025.
Alakbarov berbicara di markas PBB, New York, saat menyampaikan laporan ke-39 Sekretaris Jenderal PBB tentang pelaksanaan Resolusi 2334 (2016). Laporan itu mencakup periode 13 Juni hingga 18 September. Sidang terbuka tersebut dijadwalkan dilanjutkan dengan konsultasi tertutup.
Korban dan Operasi Militer
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikutip Alakbarov, 360 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.600 lainnya terluka selama periode pelaporan. Sejak gencatan berlaku, korban tewas mencakup lebih dari 300 anak dan 130 perempuan, sementara 4.784 orang terluka. un
Merujuk sumber-sumber Israel, laporan yang sama mencatat tidak ada korban tewas dari pihak Israel di Gaza pada periode itu. Sejumlah tentara Israel dilaporkan terluka dalam operasi militer.
Alakbarov mengatakan serangan udara Israel berlanjut setiap hari di kawasan padat penduduk di barat garis kuning. Ia menyebut otoritas Israel mengurung penduduk Gaza di sekitar 30 persen wilayah, dan hanya satu perlintasan yang dibuka untuk lalu lintas barang.
“Situasi kemanusiaan di Gaza tetap katastropik,” kata Alakbarov dalam pemaparannya di hadapan Dewan Keamanan. Ia menyerukan percepatan persiapan musim dingin di tengah kekurangan air bersih, layanan kesehatan, bahan bakar, dan tempat tinggal.
Peta Jalan Belum Bergerak
Pada 30 Juli, Hamas dan faksi Palestina lain menyatakan menerima peta jalan 15 poin untuk menuntaskan Rencana Komprehensif Mengakhiri Konflik Gaza, termasuk komitmen demiliterisasi penuh dan penarikan pasukan Israel. Pada 9 Agustus, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel tidak menerima peta jalan itu. Pada 17 Agustus, kantornya mengumumkan kesepakatan dengan Board of Peace untuk membentuk dua kelompok kerja: satu untuk perlucutan senjata dan demiliterisasi Gaza, satu lagi untuk air, sanitasi, dan kesehatan masyarakat.
Board of Peace dibentuk melalui Resolusi 2803 Dewan Keamanan pada 17 November 2025, yang disetujui 13 suara dengan dua abstain, yakni Tiongkok dan Rusia. Tahap-tahap lanjutan rencana itu, termasuk perlucutan senjata Hamas dan penarikan penuh pasukan Israel, belum dimulai.
Tekanan di Tepi Barat
Sidang yang sama juga membahas Tepi Barat. Alakbarov melaporkan 630 serangan pemukim yang menimbulkan korban atau kerusakan properti selama periode pelaporan, menewaskan 11 warga Palestina dan melukai 430 lainnya. Ia juga menyoroti tender pembangunan 1.234 unit rumah di kawasan E1 dekat Yerusalem. Menurut pernyataan Sekjen PBB yang ia bacakan, rencana itu dapat memisahkan Tepi Barat bagian utara dan selatan.
Ia menambahkan bahwa Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina sedang menyiapkan pemilu Dewan Legislatif Palestina yang dijadwalkan pada 28 November.


